Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Ini Respons Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi kritik terhadap sistem desil kesejahteraan yang dianggap tidak akurat. Menurutnya, pembagian desil didasarkan pada data sensus ekonomi nasional (DTSEN) yang dikumpulkan melalui mekanisme sensus resmi. Variabel yang digunakan meliputi keterangan individu seperti pekerjaan dan pendidikan, keterangan perumahan seperti kondisi rumah dan daya listrik, hingga kepemilikan aset. Airlangga memastikan bahwa seluruh indikator ini dikumpulkan melalui metode survei yang terstandarisasi.

Sistem ini memungkinkan warga untuk mengecek sendu sendiri melalui website resmi DTSEN dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan. Namun, banyak warga yang mengeluhkan hasilnya. Beberapa pengguna menemukan diri mereka masuk desil 9 atau 10 meskipun memiliki kondisi ekonomi yang tidak sebanding, seperti kasus seorang ibu single parent dengan gaji Rp1,4 juta per bulan yang masuk desil 9 dan berdampak pada hakkiplipatnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa data desil bersifat dinamis dan dapat diperbarui setiap tiga bulan. Warga yang merasa data ekonominya tidak sesuai dapat mengajukan sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui kelurahan dan desa setempat. Pembaruan data ini dilakukan secara berkala untuk memastikan keakuratan dan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait