BI Kurangi 'Bakar' Devisa untuk Jaga Rupiah, Intervensi Spot Tinggal 30%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) mengurangi intervensi pasar spot hingga hanya 30% dari total intervensi untuk menjaga nilai tukar rupiah. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan, intervensi melalui pasar spot dianggap mahal karena langsung menggerus cadangan devisa negara. Sebaliknya, BI lebih banyak mengandalkan intervensi di pasar domestic non delivery forward (DNDF) dan non delivery forward (NDF) yang dinilai lebih efisien.
Meski dilakukan intervensi, tekanan terhadap rupiah masih terasa karena persoalan fundamental dan struktural di sektor eksternal. Destry menyampaikan, kebijakan intervensi saja tidak cukup untuk menstabilkan rupiah jika sektor eksternal tetap lemah. BI sedang membahas program peningkatan ekspor dan atraksi investasi, termasuk real dan portfolio investment, melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Untuk mendukung kebijakan, BI juga memberikan insentif biaya lindung nilai (hedging cost) kepada pelaku pasar. Namun, Destry menegaskan insentif ini bersifat sementara. BI akan mengadakan tender untuk menilai kebutuhan dan dampak kebijakan ini secara keseluruhan, sebelum menetapkan langkah lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 16.39
BI siapkan sejumlah strategi guna jaga stabilitas rupiah
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.49
Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!
Berita terkait
Ternyata Ini Alasan BI Tetap Edarkan Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 11.05
BI masih cetak rupiah bertanda tangan eks Menkeu-Gubernur BI
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 01.23
BI Terbitkan Rupiah Seri Baru Tanda Tangan Pejabat Lama, Gubernur BI: Sesuai Tahapan Rutin
JawaPos · 24 September 2026 pukul 20.45
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.50