BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menahan BI-Rate di level 5,75% pada September 2026 sebagai kebijakan taktis untuk menjaga stabilitas rupiah dan mencapai target inflasi 2,5% ±1% pada 2026-2027. Keputusan ini diambil setelah BI menaikkan suku bunga kumulatif 100 basis poin sejak Mei-Juli 2026. Inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19% (inti 2,92%) masih dalam rentang target. Ekonom menilai kenaikan suku bunga tambahan berisiko menambah biaya pembiayaan tanpa manfaat yang sebandi karena inflasi masih terkendali. Tekanan utama berasal dari eksternal seperti kenaikan suku bunga AS, penguatan dolar, dan ketegangan geopolitik. BI juga mempertimbangkan intervensi valuta asing, insentif lindung nilai, dan pengembangan transaksi lokal sebagai alternatif penengah. Namun, ruang untuk menaikkan suku bunga 25 basis poin menuju 6,00% pada Q4 2026 disiapkan jika terdapat gejala inflasi inti mengerut, rupiah melemah menetap, atau aliran modal keluar membesar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.06
BI Kurangi 'Bakar' Devisa untuk Jaga Rupiah, Intervensi Spot Tinggal 30%
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 15.51
BI ungkap alasan tahan suku bunga acuan di 5,75 persen
Berita terkait
BI Rate Diproyeksi Tetap 5,75 Persen di Tengah Tekanan Rupiah dan Global
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.48
BI Rate 5,75 Persen, Ekonom: Pilihan Paling Tepat untuk Kondisi Saat Ini
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.57
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.03
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.903 per USD
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 17.03