Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan dan Ramal Situasi ke Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) mencatat pelemahan terbatas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada 22 September 2026, yaitu Rp17.855 per dolar AS, melemah 0,78% dibandingkan akhir Agustus 2026. Pelemahan rupiah terjadi di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi oleh konflik Timur Tengah antara AS dan Iran, yang memicu kenaikan harga minyak dan inflasi. Meski demikian, Gubernur BI Destry Damayanti memastikan rupiah akan bergerak stabil ke depan, didukung oleh komitmen moneter, inflasi terkendali, imbal hasil menarik, dan prospek ekonomi yang baik. BI ber strategi dengan memanfaatkan seluruh instrumen moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 22 September 2026 pukul 07.30
Rupiah Berpotensi Melemah 22 September 2026, Dipicu Sentimen BI dan OJK
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 16.50
BI naikkan insentif "swap" lindung nilai portofolio inflow hingga FDI
Berita terkait
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.06
Perhatian! BI Ungkap Deretan Penyebab Dolar Tekan Rupiah Hari Ini
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 14.50
Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.26
Rupiah Sentuh Level Tertinggi 15 Minggu, Dolar AS Turun ke Rp17.650
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.05