DPR Minta Pemerintah Geser Tolok Ukur Keberhasilan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553523/original/031366200_1775981055-gabah1.jpg)
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah menggeser tolok ukur keberhasilan ekonomi dari capaian makro menjadi peningkatan daya beli, kesempatan kerja, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus memberi manfaat langsung melalui penguatan ekonomi desa, hilirisasi, kemandirian energi, dan efisiensi APBN.
Misbakhun mendorong optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi daerah serta mempercepat hilirisasi sumber daya alam agar Indonesia tidak terus mengekspor bahan mentah. Ia mencontohkan penutupan 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung yang diikuti kenaikan laba bersih PT Timah sebesar 804,7% menjadi Rp 2,71 triliun pada semester I 2026.
Terkait RAPBN 2027, disebutkan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun dengan potensi efisiensi pengadaan mencapai Rp 360 triliun dari total pengadaan sekitar Rp 1.200 triliun. RAPBN 2027 menargetkan kemiskinan turun menjadi 6,0%-6,5% dan pengangguran terbuka pada 4,30%-4,87%. Misbakhun menekankan pentingnya digitalisasi pengadaan untuk mengurangi kebocoran anggaran dan memperkuat penegakan hukum terhadap korupsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.12
Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Sumber Baru
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.53
RI siapkan mesin pertumbuhan baru menuju target ekonomi 8 persen
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 20.08
PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027, Komisi II: Isu Dirumahkan Terbantah
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.30
Ini Alasan Purbaya Pede Setoran Pajak Tembus Rp2.908 T di 2027
Berita terkait
DPR Minta Pemerintah dan BI Kendalikan Rupiah!
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.38
Video: APBN di Menkeu Suahasil, DPR: Harus Bisa Menggerakkan Ekonomi
CNBC Indonesia · 19 September 2026 pukul 16.00
DPR Usul Batas Defisit Diubah, Wamenkeu: Kita Konsisten di Bawah 3%
Detik.com · 17 September 2026 pukul 20.00
Pimpinan Komisi XI DPR: Suahasil Nazara Lebih Pendiam, Purbaya Cenderung Koboi dan Ceplas-Ceplos
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 03.20