Ekonom Bank Asing Ungkap Kapan Dolar AS Bisa Balik ke Rp17.000/US$
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank DBS Indonesia memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di rentang Rp17.800 hingga Rp18.000 per akhir tahun 2026. Senior Economist DBS Radhika Rao menyatakan rupiah kemungkinan besar akan bertahan di atas level Rp18.000 dan tidak akan mengalami pelemahan tajam lagi, karena sebagian besar ketidakpastian sudah tercermin dalam harga pasar saat ini.
Rao menjelaskan bahwa dibutuhkan minimal dua hingga tiga katalis negatif agar rupiah melemah tajam, dan saat ini satu-satunya potensi katalis negatif datang dari kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Sentimen risiko global masih tinggi sehingga investor asing menahan diri untuk berinvestasi. Selain itu, selisih imbal hasil sekitar 2%-2,5% antara aset Indonesia dan obligasi bebas risiko AS belum tentu cukup mengompensasi risiko berinvestasi di Indonesia.
Terkait potensi rupiah kembali ke Rp17.000 per dolar AS, Rao menilai hal itu sangat bergantung pada pelemahan dolar AS secara signifikan terhadap hampir semua mata uang dunia. Di sisi lain, Rao menilai kebijakan Bank Indonesia sudah tepat, termasuk kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 bps sepanjang tahun 2026 dan langkah-langkah non-suku bunga yang berkontribusi pada stabilisasi pasar keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 19.00
Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Menguat ke 18.022 per Dolar AS
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 07.03
Pulih Percaya
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.00
Membaca Arah Rupiah di Tengah Pencarian Maestro Baru BI
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Melemah ke Rp17.795 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.21
Rupiah Bangkit ke Rp17.974 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 09.30
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00