Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Akhiri Pekan Menguat 0,40%, Dolar AS Turun ke Rp17.868

Rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (2/10/2026) menguat 0,40% atau 72 poin, ditutup di Rp17.868/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.940/US$. Pada sesi hari itu, rupiah dibuka di Rp17.925/US$ dan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950. Penguatan ini sejalan dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,23% ke 101,877, didorong oleh penantian pasar terhadap rilis data tenaga kerja AS, khususnya non-farm payrolls (NFP) yang dijadwalkan keluar pada Jumat malam. Data NFP menjadi fokus utama pasar untuk menilai kondisi lapangan kerja AS dan memberi petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah juga aktif menjaga stabilitas rupiah yang sempat mendekati level Rp18.000/US$. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan bahwa penerbitan surat utang pemerintah di pasar global berhasil menambah cadangan devisa. Menurutnya, dana yang diperoleh dari emisi surat utang ini ditempatkan di Bank Indonesia dan digunakan untuk operasi pasar terbuka guna menstabilkan nilai tukar rupiah. "Uang yang diperoleh, ditempatkan di Bank Indonesia, itu menjadi cadangan devisa. Dan cadangan devisa itu digunakan untuk melakukan stabilisasi dari nilai tukar rupiah. Ini perannya cukup signifikan buat Kemenkeu," ujarnya.

Dengan dukungan dari cadarana devisa yang diperkuat dan sentimen pasar yang mengantisipasi data ekonomi AS, rupiah berhasil memulihkan bagiannya terhadap dolar AS. Namun, ketergantungan pada data NFP yang akan datang tetap menjadi faktor risiko bagi arah pergerakan mata uang ini di sesi mendatang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait