Rupiah Tertekan Dekati Level Rp18.000 per USD, Terdorong Sentimen Reshuffle Kabinet Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menjadi Rp17.965 per USD pada perdagangan Kamis (1/10/2026), turun 71 poin dari Rp17.894 sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh faktor internal seperti kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi pada September 2026 setelah kontraksi di Agustus. PMI September 2026 mencapai 52,4, level tertinggi sejak Februari 2026. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat suplus US$3,55 miliar pada Agustus 2026, didorong oleh ekspor US$26,61 miliar yang lebih tinggi dari impor US$23,06 miliar. Ekspor terutama ditingkatkan komoditas nikel naik 51,67% dan aluminium naik 206,78% secara tahunan. IHK kembali meningkat 0,30% bulanan pada September 2026, dengan tekanan dari kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi dan bahan pangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.56
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.20
Bahaya Rupiah Tembus Rp18 Ribu Mengintai Kantong Masyarakat
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.30
Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.12
Rupiah Ditutup Melamah 0,39%, Dolar AS Tembus Rp17.940
Berita terkait
Rupiah menguat dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS-China
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 16.22
Rupiah Hari Ini Tertekan ke 17.933, Potensi Kenaikan Bunga The Fed Jadi Beban
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 11.02
Rupiah Dibuka Melemah ke 17.645 per Dolar AS, Tapi Ada Harapan Menguat
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 11.40
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.728, Berpotensi Berbalik Arah
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 09.28