Menko Airlangga: Sinyal Ekonomi Indonesia Makin Solid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9363405/original/094446300_1790857719-publikasi_1790852625_6abe3e11d4523.jpeg)
Indikator ekonomi Indonesia pada Kuartal IV 2026 menunjukkan perkembangan positif. Inflasi September 2026 mencapai 3,28% yoy, masih dalam sasaran 2,5% ±1%. Neraca perdagangan kembali surplus US$ 3,55 miliar pada Agustus 2026, kumulatif Januari-Agustus mencapai US$ 7,25 miliar. PMI manufaktur September 2026 naik menjadi 52,4 dari 49,8, sektor kembali ke zona ekspansi. Tantangan: inflasi pangan volatile 5,03% yoy akibat El Nino dan bencana alam. Ekspor nonmigas kuat, terutama besi dan baja US$ 19,18 miliar, CPO US$ 17,75 miliar, batu bara US$ 16,58 miliar. Kebijakan juga memperkuat daya beli melalui PKH, bantuan pangan, dan percepatan beras SPHP.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 19.20
Suahasil Ungkap 3 Sinyal Ekonomi RI Mulai Bergerak di Kuartal III-2026
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 18.20
Menkeu soroti sinyal positif ekonomi dari PMI hingga inflasi
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 21.04
Ekonom proyeksi defisit transaksi berjalan 2026 melebar ke 2,49 persen
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 19.45
Inflasi Ada di Angka 3,28 %, Wamenkeu Juda Agung Sebut Belum Berdampak ke Daya Beli
Berita terkait
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.56
Inflasi September 3,28%, Menkeu: Tanda Ekonomi Masyarakat Bergerak
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.10
Rupiah Tertekan Dekati Level Rp18.000 per USD, Terdorong Sentimen Reshuffle Kabinet Prabowo
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 15.19
Ada Reshuffle dan Rilis Data BPS, Rupiah Tertekan Dekati Level Rp18.000 per USD
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 15.19