Ekonom: Independensi BI Jadi Benteng Terakhir Jika Fiskal Bermasalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi lapisan perlindungan terakhir perekonomian Indonesia jika pengelolaan fiskal mengalami masalah. Dalam diskusi Economic Frontline, Nailul Huda dari Celios menyatakan BI tidak lagi sepenuhnya independen, disebut 'shadow independence'. Saat krisis 1998, rupiah melemah dari Rp2.500 menjadi Rp16.000 terhadap dolar AS, membuktikan pentingnya independensi bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Jika independensi BI hilang dan berada di bawah pemerintah atau Kementerian Keuangan, ekonomi akan mundur ke zaman Orde Lama. BI harus tetap mandiri untuk menyeimbangkan dampak penurunan nilai rupiah dan menjaga stabilitas perekonomian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.43
Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.07
Rupiah Menguat Dampak Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi
Berita terkait
Awal Perdagangan, Rupiah Kembali Tertekan di Level Rp17.908 per USD
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 09.22
Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.50
BI Batasi Pembelian Dolar AS Jadi USD 10.000 per Bulan, Ini Alasannya
kumparan · 30 September 2026 pukul 15.50
BI Ungkap Alasan Batasi Pembelian Dolar AS
Detik.com · 30 September 2026 pukul 14.11