Ekonom: Independensi BI Jadi Benteng Terakhir Jika Fiskal Bermasalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi lapisan perlindungan terakhir perekonomian Indonesia jika pengelolaan fiskal mengalami masalah. Dalam diskusi Economic Frontline, Nailul Huda dari Celios menyatakan BI tidak lagi sepenuhnya independen, disebut 'shadow independence'. Saat krisis 1998, rupiah melemah dari Rp2.500 menjadi Rp16.000 terhadap dolar AS, membuktikan pentingnya independensi bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Jika independensi BI hilang dan berada di bawah pemerintah atau Kementerian Keuangan, ekonomi akan mundur ke zaman Orde Lama. BI harus tetap mandiri untuk menyeimbangkan dampak penurunan nilai rupiah dan menjaga stabilitas perekonomian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.07
Rupiah Menguat Dampak Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.59
Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS Kamis Sore
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
Berita terkait
Rupiah Hari Ini 19 Agustus 2026: Menguat ke Rp17.860
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.09
Rupiah Hari Ini Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Menguat ke 17.767 per Dolar AS, Pasar Sambut Positif Penunjukan Destry Damayanti
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.45
BI: Cadangan Devisa RI Turun Tipis ke US$145,3 M Akhir Juli 2026
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 10.21