Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom: Sektor riil juga perlu diperkuat saat ruang BI-Rate terbatas

Dipo Satria Ramli CORE Indonesia menyatakan sektor riil perlu digenjot untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat ruang BI-Rate yang semakin terbatas. Bank Indonesia (BI) mengindikasikan perekonomian masih berada di bawah level potensial dengan negative output gap, sehingga ada ruang pertumbuhan tanpa menimbulkan tekanan inflasi berlebihan. Dipo menekankan dorongan pertumbuhan dapat berasal dari kebijakan fiskal maupun sektor riil, dengan peran aktif Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam mendorong aktivitas ekonomi di sektor industri dan perdagangan.

BI-Rate dipertahankan pada level 5,75 persen terkait ketidakpastian pasar keuangan dan ekspektasi suku bunga global. Kenaikan BI-Rate 100 basis poin pada Q2 membuat pelaku usaha khawatir suku bunga kembali dinaikkan yang akan meningkatkan biaya pinjaman dan menekan aktivitas ekonomi. Tekanan rupiah dan kenaikan harga minyak sekitar $100 per barel memperparah dilema BI dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI menggunakan insentif biaya lindung nilai pada instrumen swap dan DNDF, mengurangi intervensi spot dari total intervensi menjadi 30 persen. NPI Q2 2026 mencatat defisit $0,9 miliar dengan peningkatan defisit neraca perdagangan migas. Cadangan devisa mencapai $146,5 miliar pada Agustus 2026, terus meningkat dari $145,3 miliar pada Juli 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait