Ekonom: Sektor riil juga perlu diperkuat saat ruang BI-Rate terbatas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dipo Satria Ramli CORE Indonesia menyatakan sektor riil perlu digenjot untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat ruang BI-Rate yang semakin terbatas. Bank Indonesia (BI) mengindikasikan perekonomian masih berada di bawah level potensial dengan negative output gap, sehingga ada ruang pertumbuhan tanpa menimbulkan tekanan inflasi berlebihan. Dipo menekankan dorongan pertumbuhan dapat berasal dari kebijakan fiskal maupun sektor riil, dengan peran aktif Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam mendorong aktivitas ekonomi di sektor industri dan perdagangan.
BI-Rate dipertahankan pada level 5,75 persen terkait ketidakpastian pasar keuangan dan ekspektasi suku bunga global. Kenaikan BI-Rate 100 basis poin pada Q2 membuat pelaku usaha khawatir suku bunga kembali dinaikkan yang akan meningkatkan biaya pinjaman dan menekan aktivitas ekonomi. Tekanan rupiah dan kenaikan harga minyak sekitar $100 per barel memperparah dilema BI dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI menggunakan insentif biaya lindung nilai pada instrumen swap dan DNDF, mengurangi intervensi spot dari total intervensi menjadi 30 persen. NPI Q2 2026 mencatat defisit $0,9 miliar dengan peningkatan defisit neraca perdagangan migas. Cadangan devisa mencapai $146,5 miliar pada Agustus 2026, terus meningkat dari $145,3 miliar pada Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.30
Banggar Tantang Pemerintah Jaga Rupiah di Rp17.500
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 21.18
Rial Iran Jatuh ke Level Terendah, 1 Dolar AS Setara 2,5 Juta
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 18.20
Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 16.32
Ekonomi Indonesia 2026 Diramal Tumbuh 5,4%, Bagaimana Nasib Tahun Depan?
Berita terkait
BI ungkap alasan tahan suku bunga acuan di 5,75 persen
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 15.51
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.08
BI Rate Tetap 5,75% demi Memperkuat Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 15.02
BI Rate Tetap 5,75 Persen per September 2026, Ditahan 3 Bulan Beruntun
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.44