Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Dolar Sentuh Rp 18.000, BI Rate Bisa Naik Bulan Depan?

Dolar mencapai Rp 18.000, meningkatkan tekanan pada rupiah dan memicu spekulasi kenaikan BI Rate. Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menyatakan peluang BI menaikkan suku bunga acuannya pada kuartal IV-2026, bahkan merevisi proyeksi akhir 2026 hingga 6%. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan pengetatan The Fed pada September dan faktor-faktor seperti depresiasi rupiah, selisih suku bunga, arus modal, dan kenaikan harga impor. Namun, BI tidak harus mengikuti The Fed secara langsung, melainkan menilai kondisi domestik secara menyeluruh.

Rizal Taufikurahman dari INDEF menambahkan peluang kenaikan BI Rate lebih lanjut meningkat jika depresiasi rupiah berlangsung cepat, arus modal keluar membesar, dan ekspektasi inflasi terganggu. Namun, keputusan BI harus didasarkan pada kondisi domestik dan efektivitas intervensi. Jika tekanan rupiah hanya sementara dan inflasi terkendali, BI dapat menunggu. Sebaliknya, jika rupiah terus melemah, harga minyak tinggi, dan inflasi meningkat, kenaikan 25 basis poin menjadi relevan untuk stabilitas.

BI menghadapi dilema: kenaikan bunga dapat menekan kredit dan pertumbuhan, sementara pelemahan kurs berkepanjangan menaikkan biaya produksi dan menggerus daya beli. Oleh karena itu, keputusan kebijakan moneter perlu seimbang untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait