Ekspor Saudi Terganggu, Harga Minyak Dunia Melesat ke Level Tertinggi Sejak Mei
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia melesat ke level tertinggi sejak 19 Mei 2024 setelah dihentikannya fasilitas pemuatan di Yanbu, Arab Saudi, akibat serangan drone. Brent naik USD 3,07 (2,9%) menjadi USD 108,75/barel, sementara WTI melonjak USD 4,44 (4,38%) menjadi USD 105,83/barel. Serangan ini menyebabkan pembatalan pengiriman di Yanbu dan Riyadh, memicu kekhawatiran gangguan pasokan Saudi ke Eropa. Investor beralih ke minyak AS, memperkuat harga WTI. Arab Saudi mengalihkan ekspor melalui jaringan pipa East-West 1.200 km ke Laut Merah. Gangguan lain datang dari Libya, di mana protes menutup pipa ekspor Hamada-Zawiya, dan serangan infrastruktur energi Rusia-Ukraina yang mendorong diesel AS ke level tertinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 07.53
Harga Minyak Hari Ini Melesat 4,4% Setelah Arab Saudi Membatalkan Pengiriman
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 10.00
Mengapa Pipa Minyak East-West Arab Saudi Penting bagi Pasokan Dunia?
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.14
Harga Minyak Dunia Tembus US$107 usai Arab Saudi Diserang Houthi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.31
Pipa Minyak Arab Saudi Dibom, Begini Dampaknya Bagi Dunia
Berita terkait
Sepekan Terakhir, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih dari 8 Persen
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.30
Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Kapasitas 7 Juta Barel Setelah Serangan Drone
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 21.03
Harga Minyak Naik Lagi, Gangguan Pipa Arab Saudi Ancam Pasokan Global
JawaPos · 15 September 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Mendidih, Tembus US$ 106 per Barel
Detik.com · 15 September 2026 pukul 08.30