Pipa Minyak Arab Saudi Dibom, Begini Dampaknya Bagi Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Arab Saudi menutup Pipa Timur-Barat secara paksa setelah gempuran drone dari Irak pada Jumat (15/9/2026). Serangan menyebabkan korban luka dan kerusakan fasilitas, mengganggu ekspor minyak Saudi yang menukar jalur alternatif via Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menuding kelompok proksi Iran, yang dibantah Kementerian Luar Negeri Iran. Penutupan pipa dapat mengurangi pasokan minyak global hingga 4%, memicu kenaikan harga Brent US$108 dan WTI US$103 per barel. Kombinasi ancaman Houthi di Yaman dan penutupan Saudi memicu kekhawatiran krisis pasar minyak. Persediaan di Yanbu sekitar 15 juta barel dengan masa pakai 4-7 hari tanpa perbaikan pipa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 105 Usai Arab Saudi Tutup Jalur Pipa
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 10.00
Mengapa Pipa Minyak East-West Arab Saudi Penting bagi Pasokan Dunia?
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 09.30
4 Alasan AS Tak Akan Terlibat Langsung dalam Perang Saudi dan Houthi
Detik.com · 15 September 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Mendidih, Tembus US$ 106 per Barel
Berita terkait
Jalur Pipa Minyak Utama Arab Saudi Dihantam Proyektil, Picu Kebakaran Besar
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 07.41
Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok ke Tingkat Terendah Sejak 1990
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.32
Minyak Brent Meroket ke USD 108, Konflik Iran Terus Tekan Pasokan Global
JawaPos · 11 September 2026 pukul 07.45
Harga Minyak Dunia Sentuh US$ 100 di Tengah Konflik AS-Iran
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 15.28