Harga Minyak Mendidih, Tembus US$ 106 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia mencapai US$ 106,93 per barel (Brent) dan US$ 102,65 per barel (WTI) pada Selasa (15/9/2026) akibat kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah. Kenaikan terjadi setelah jaringan pipa East-West Pipeline Arab Saudi masih tidak beroperasi akibat serangan drone dan rudal dari pasukan Houthi Yaman yang didukung Iran. Serangan terhadap pangkalan udara Khamis Mushait pada Senin (14/9) menghentikan operasi pipa utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Merah. Para pedagang memperlakukan setiap serangan sebagai tambahan risiko pasokan, sementara transit kapal di Selat Hormuz menurun menjadi kurang dari 10 per hari dari rata-rata 14, mengancam 20% pasokan minyak global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 105 Usai Arab Saudi Tutup Jalur Pipa
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.14
Harga Minyak Dunia Tembus US$107 usai Arab Saudi Diserang Houthi
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.30
Sepekan Terakhir, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih dari 8 Persen
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.31
Pipa Minyak Arab Saudi Dibom, Begini Dampaknya Bagi Dunia
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Tergelincir Usai Iran Bakal Bertemu Negara Teluk
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 08.29
Perang Timteng Makin Membara, AS-Iran Saling Serang Membabi-buta
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.00
Trump Siapkan Serangan Baru, Bakal Turunkan "Bencana" ke Iran
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 21.10
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$91 usai Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.33