ESDM Bongkar Alasan Pasokan Emas Lokal Seret
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM menjelaskan alasan pasokan emas lokal seret. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno menyatakan kesenjangan kebutuhan dan pasokan emas domestik menunjukkan ruang memperkuat tata kelola dan mengintegrasikan rantai pasok nasional. Indonesia memiliki cadangan emas besar dan menempati posisi keempat dunia menurut Bank Sentral, namun potensi ini belum tercermin dalam pasokan formal.
Kebutuhan emas domestik mencapai 190-200 ton per tahun, sementara pasokan formal hanya 53,5-86,2 ton per tahun karena masih banyak penjualan emas ilegal. Penguatan tata kelola diperlukan agar potensi emas memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian. Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menekankan pengelolaan mineral untuk kepentingan nasional seperti keamanan, kedaulatan, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
Aspek yang perlu diperkuat meliputi pengelolaan pertambangan rakyat, keterlacakan rantai pasok bijih, dan ekosistem perdagangan formal. Di hulu, formalisasi pertambangan rakyat melalui IPR dengan harmonisasi regulasi dan pembinaan teknis. Di midstream, lembaga agregator berbadan hukum menjamin keterlacakan dan bertindak sebagai pembeli siaga. Langkah ini diharapkan meningkatkan pasokan formal ke industri pengolahan emas, memperluas akses produk terstandardisasi, dan mendukung kedaulatan ekonomi berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 22.23
Audit HAM SETARA Institute Sebut Tata Kelola Industri Nikel Maluku Utara Makin Matang
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.55
RI Benar-Benar Kaya Emas dari Sabang Sampai Merauke, Ini Datanya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.02
10 Saran Ahli untuk Kembangkan Hilirisasi Emas RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 06.34
Jaga Kedaulatan Mineral, Tata Kelola Emas Jadi Kunci Peningkatan Nilai
Berita terkait
BPK Beri WTP ke ESDM, Tapi Soroti Pengelolaan Denda Tambang
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 20.59
Tokoh Papua Tengah Soroti WNA terkait Dugaan Aktivitas Tambang Emas
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 22.39
Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 17.15
Bukan Cuma Kejar Produksi, Antam Berperan Strategis di Sisi Hilir
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.06