ESDM Jamin Proyek PLTS 100 GW Tak Bebani Tarif Listrik Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM menjamin bahwa rencana pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW tidak akan membebani tarif listrik masyarakat. Koordinator Ditjen EBTKI, Hendro Gunawan, menyatakan teknologi PLTS kini kompetitif harga dan bahkan lebih murah daripada pembangkit listrik batu bara. Biaya modal (capex) PLTS turun menjadi sekitar US$ 500.000 per MW, termasuk baterai. Industri beralih ke energi bersih untuk memenuhi standar emisi internasional. Pengembangan PLTS utility scale akan lebih cepat terhubung ke jaringan PLN, sementara PLTS atap berkapasitas kecil. Untuk daerah 3T, pemerintah gunakan skema penugasan khusus PT PLN karena biaya instalasi tinggi dan kurang menarik bagi pengembang swasta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.15
PLN Teken 5 Kolaborasi Strategis, Nilainya Tembus Rp3,3 Triliun
JawaPos · 23 September 2026 pukul 10.30
Menteri ESDM Bahlil: Yang Ekonominya Bagus, Janganlah Pakai BBM Bersubsidi!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 08.50
Bahlil Tegur Orang Kaya yang Pakai BBM Subsidi: Harusnya Malu!
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.56
Bahlil Bakal Pangkas Proses Tender di Proyek PLTS 100 GW
Berita terkait
Cara cek tagihan listrik PLN lewat HP dan tarif per kWh 2026
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 09.22
Demi Kejar PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Pangkas Birokrasi Proses Tender
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.36
70% Listrik RI Bakal dari EBT, Butuh Duit Sekitar Rp2.700 Triliun
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.20
Pangkas Tender PLTS, Bahlil Mau Perusahaan Kompeten Bisa Langsung Ditunjuk
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.04