Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral
CNBC Indonesia± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Euro menurun ke level terendah 17 bulan pada 5 Oktober 2026, mencapai US$1,116, akibat tekanan jual obligasi Prancis yang yield 10 tahun mendekati 5%. Kenaikan yield Prancis paling besar di antara G7 sejak 3,2% pada Februari 2026, dipicu kekhawatiran defisit anggaran Prancis di bawah 5% PDB dan hasil pemilu 2027. Spekulasi muncul tentang intervensi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mencegah menyebar ke negara lain zona euro seperti Italia. Euro turun 4,5% tahun ini dan melemah 1,6% terhadap franc Swiss ke SFr0,932.
Bagikan
Berita terkait
Akses Keuangan Nyaris 94%, Tapi Literasi Masyarakat Masih Jauh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 15.24
Tegas, OJK Terus Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 13.34
OJK Selamatkan Dana Korban Penipuan Digital Rp 811,1 Miliar
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 10.42
Gaji PNS dan Pensiun Bakal Dibayar Lewat Koperasi, Pemerintah Siapkan Aturan
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 10.00