Fahri Hamzah soal Parliamentary Threshold 5-7 Persen: Coba Berani Enggak 20 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, mengkritik keras wacana parliamentary threshold 5 hingga 7 persen untuk Pemilu 2029, termasuk usulan Partai NasDem. Ia menyatakan angka-angka tersebut bukanlah penyederhanaan sistem politik yang ideal, melainkan kompromi politik untuk melindungi partai besar yang sudah ada di DPR. Menurutnya, threshold tinggi justru merusak prinsip demokrasi dengan mendiskualifikasi suara rakyat yang memilih partai kecil.
Fahri menjelaskan ada dua pendekatan dalam penentuan ambang batas: mazhab Kedaulatan Rakyat (0 persen) yang menjamin semua suara terakomodasi, dan mazhab Penguatan Presidensialisme (20 persen) yang mendorong ekstremisasi penyederhanaan partai. Partai Gelora mendukung penuh threshold 0 persen, dengan argumen bahwa setiap anggota DPR yang terpilih wajib diberi ruang untuk berkontribusi, karena mereka dipilih oleh rakyat.
Ia menantang partai besar untuk konsisten: jika ingin menyederhanakan sistem, gunakan threshold 20 persen seperti AS, bukan kompromi 4-7 persen. Fahri juga memperingatkan bahwa threshold tinggi akan mendorong politik berbiaya tinggi yang dikendalikan modal besar. Jika UU Pemilu tetap memaksakan threshold tinggi, ia memastikan gelombang judicial review ke Mahkamah Konstitusi akan terus muncul hingga threshold dikembalikan ke 0 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 18.32
Fahri Hamzah Kritisi Wacana Ambang Batas Parlemen 5%: Bukan untuk Kepentingan Rakyat
Berita terkait
Raja Juli soal Usulan PT Naik: Insyaallah PSI Siap, Pak Jokowi Full Endorse
kumparan · 24 September 2026 pukul 20.21
Break The Wheel
kumparan · 20 September 2026 pukul 10.27
Peta Sikap Partai soal Wacana Kenaikan Ambang Batas Parlemen
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 16.16
Partai dalam Koalisi Prabowo Mayoritas Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Pengamat: Tidak Masuk Akal
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 16.56