FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

FTSE Russell menunda sepenuhnya penyesuaian ulang indeks untuk Indonesia, termasuk peningkatan free float dan penambahan saham tercatat baru, setidaknya hingga tinjauan indeks bulan September 2026. Penundaan ini dilakukan untuk memberikan waktu observasi dan pemantauan yang lebih panjang terhadap perkembangan pasar. Pengumuman ini disampaikan setelah FTSE Russell menerbitkan pemberitahuan perlakuan indeks untuk Indonesia pada 9 Februari 2026 lalu. FTSE Russell menyatakan akan terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan otoritas pasar Indonesia. Dalam pengakuannya, FTSE Russell mengakui langkah-langkah yang telah diambil oleh otoritas pasar Indonesia untuk meningkatkan transparansi pasar modal, seperti penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC), dan penyempurnaan pelaporan klasifikasi investor. Berdasarkan pedoman Pembatasan Free Float-nya, FTSE Russell akan menghapus saham yang berstatus HSC dari indeks pada tinjauan indeks berikutnya. Keputusan akhir mengenai perlakuan indeks akan dipertimbangkan sebelum tinjauan September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 14.01
FTSE Tahan Rebalancing Saham RI hingga Desember 2026
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.13
FTSE Russell Tahan Rebalancing Saham RI hingga Desember
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.21
BEI Buka Suara soal FTSE Russell Tunda Penyesuaian Bobot Saham RI
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.07
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Saham RI hingga Desember 2026
Berita terkait
BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelingir Pihak
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.10
BEI Temukan HSC Pada MSJA, 98,62% Saham Dikuasi Segelintir Pihak
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.10
FTSE Russell Tendang Dua Emiten Ini dari Indeks Micaro Cap dan Small Cap
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 18.57
FTSE Russell Coret 29 Saham RI dari Indeks Global, Ini Daftarnya
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 08.21