Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Gejolak di Timur Tengah Belum Selesai, Mari Elka Soroti Risiko ke Fiskal RI

Ketidakpastian konflik di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, menjadi risiko bagi perekonomian Indonesia. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu menyoroti potensi lonjakan harga minyak yang dapat memicu tekanan fiskal pemerintah. Menurutnya, gangguan di Selat Hormuz meski kecil secara geografis, dapat mempengaruhi pasokan dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. "Dan ini belum berakhir, dan kita belum tahu ini berujungnya ke mana," ujar Mari dalam acara Economic and Demographic Forum pada 29 September 2025.

Kenaikan harga minyak tidak hanya memengaruhi sektor BBM, tetapi juga meningkatkan biaya produksi di berbagai industri seperti petrokimia, plastik, pupuk, dan komoditas lainnya. Akibatnya, harga barang dan jasa di dalam negeri berpotensi naik. Di sisi lain, pemerintah perlu menghandle tekanan fiskal akibat peningkatan subsidi BBM dan listrik. Mari juga menyoroti perlunya kompensasi seperti bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Untuk mengurangi kerentanan, Mari mendorong diversifikasi sumber energi ke energi terbarukan dalam jangka menengah. Dengan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, Indonesia dapat memperkuat ketahanan ekonomi dan fiskalnya terhadap fluktuasi harga energi global yang dipengaruhi geopolitik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait