Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gelombang PHK Makin Besar di Singapura, 4.500 Orang Jadi Korban

Gelombang PHK di Singapura meningkat tajam pada kuartal II-2026. Kementerian Tenaga Kerja (MOM) melaporkan 4.500 pekerja terkena PHK, naik dari 3.830 pada kuartal sebelumnya. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak kuartal IV-2020 (5.640 pekerja). Tingkat PHK naik menjadi 1,9 per 1.000 pekerja, dari 1,6. Kenaikan ini terkonsentrasi di sektor berorientasi ekspor dan didorong restrukturisasi bisnis. PHK juga meningkat di kalangan pekerja berusia 50-59 tahun (dari 2,8 menjadi 3,1 per 1.000 pekerja tetap).

Meski PHK naik, total lapangan kerja bertambah 10.700 pada kuartal II-2026, memperpanjang tren pertumbuhan 19 kuartal berturut-turut. Pertumbuhan didorong perekrutan di sektor layanan publik dan esensial serta pekerja nonresiden di konstruksi dan manufaktur. Tingkat pengangguran tetap stabil: 2% secara keseluruhan, 2,9% penduduk, dan 3% warga negara. MOM menegaskan jumlah PHK masih jauh lebih rendah dibanding krisis 2009 atau pandemi COVID-19.

Indikator Juni menunjukkan permintaan tenaga kerja tetap kuat. Perusahaan yang berencana merekrut naik menjadi 43,9%, yang berencana menaikkan upah naik menjadi 29,3%, sementara yang berencana PHK turun menjadi 2,7%. MOM mengimbau perusahaan dan pekerja proaktif meningkatkan daya saing menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan perubahan teknologi yang cepat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait