Kilang Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Mau Dibangun, Butuh Rp 19 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga berencana membangun proyek biorefinery di Cilacap untuk mengolah minyak jelantah (UCO) menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Proyek yang menempati lahan 17,5 hektar ini membutuhkan investasi sekitar US$ 1,1 miliar atau Rp 19,25 triliun dengan target kapasitas produksi mencapai 860 kiloliter per hari.
Timeline proyek dimulai dengan proses Final Investment Decision (FID) dan pencarian mitra pada 2026, dilanjutkan tahap konstruksi (EPC) pada 2027, dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029. Produk bioavtur ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai bandara internasional, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 17.55
Pertamina Targetkan Konstruksi Kilang SAF Cilacap di 2027
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 15.15
Minyak Jelantah Program MBG Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 05.00
Kementerian ESDM Pastikan Kualitas B50 Baik saat Uji Coba
Berita terkait
Minyak Jelantah dari MBG Bakal 'Disulap' Jadi Avtur Ramah Lingkungan
Detik.com · 10 September 2026 pukul 20.03
Lewat SAF, Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 20.38
Pertamina Kenalkan SAF dari Minyak Jelantah ke Anak Muda di IdeaFest
kumparan · 5 September 2026 pukul 16.44
Jelantah Jadi Rupiah: Pertamina Beli Minyak Bekas Rp 5.000 per Liter
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 20.45