Golkar Soal Nusron Wahid: Kalau Tercela, Ya Itu Sudah Tidak Pantas Jabat Kepengurusan...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partai Golkar menegaskan prinsip 'Tidak Tercela' sebagai syarat kader menduduki posisi strategis atau kepengurusan partai. Politisi senior Ridwan Hisjam menyatakan bahwa kader yang terbukti tercela, baik dalam hal korupsi, etika, adab, budaya, maupun agama, tidak layak dipromosikan oleh partai.
Hal ini merespons kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor yang menyeret nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. KPK telah melakukan OTT pada 14 September 2026, menetapkan delapan tersangka termasuk orang kepercayaan Nusron, serta menyita uang tunai Rp106,3 miliar. Hingga kini, Nusron belum ditetapkan sebagai tersangka dan KPK akan memanggilnya jika diperlukan untuk penyidikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 18.10
KPK Sudah Geledah Rumah Anak Buah Nusron Wahid di Nganjuk
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 14.32
Digeledah KPK, Kepala Kantor BPN Mojokerto Ternyata Istri Tersangka Suap dan Gratifikasi di Kementerian ATR/BPN
JawaPos · 24 September 2026 pukul 17.30
KPK Geledah Kantor Wilayah BPN Jatim, Masih Terkait OTT Kementerian ATRP/BPN
JawaPos · 24 September 2026 pukul 16.00
Geledah Kantor Pertanahan Mokokerto, KPK Sita Sejumlah Amlop Berisi Uang hingga Barbuk Elektronik
Berita terkait
Terseret Dugaan Korupsi, Golkar Sudah Tak Restui Nusron Wahid Bertahan Jadi Menterinya Prabowo
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 00.00
Sudahlah, Kalau Nusron Wahid Merasa Tak Terlibat, Sampaikan
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 09.35
Waketum Golkar Tanggapi Dugaan KPK soal Orang Kepercayaan Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.23
Golkar Respons Dugaan KPK Soal Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.12