Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2026 Akan Tetap Lemah 3%

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 akan tetap lemah di kisaran 3% akibat tekanan global yang dipengaruhi oleh kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan ini mengancam interim deal yang dilakukan pada pertengahan Juni 2026. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi negara emerging market dilambatkan menjadi 3,9%, sementara negara maju hanya diperkirakan tumbuh 1,7%. Tekanan global juga tercermin dari harga minyak yang masih tinggi, inflasi global sekitar 4,5%, penguatan dolar AS, dan tingginya suku bunga AS yang meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Menurut Destry, hampir seluruh mata uang dunia mengalami pelemahan nilai tukar, dengan tekanan lebih besar pada mata uang negara emerging market seperti Indonesia. Meski menghadapi tekanan eksternal, BI menegaskan perekonomian Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan. Pada kuartal II-2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29%, melanjutkan pertumbuhan kuartal I sebesar 5,6%. Pertumbuhan ini didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan konsumsi pemerintah dan investasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait