Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Prediksi Rupiah Menguat ke 17.300-17.800 pada 2027

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan rupiah akan menguat ke kisaran Rp 17.300-Rp 17.800 per dolar AS pada 2027, didukung oleh pemulihan ekonomi global dan penguatan fundamental domestik. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan, lima faktor utama mendukung proyeksi ini: perbaikan ekonomi global yang diproyeksikan tumbuh 3,3% pada 2027 (meningkat dari 3% pada 2026), fundamental ekonomi Indonesia yang semakin kuat, implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), kebijakan stabilisasi BI, dan penguatan koordinasi kebijak fiskal-moneter. Ekonomi Indonesia diperkirakan akan mendukung penguatan ini melalui pertumbuhan yang lebih tinggi, inflasi terkendali dalam target 2,5% ±1%, dan neraca pembayaran yang sehat.

BI juga menekankan peran kebijakan DHE dalam meningkatkan penerimaan devisa dan memperkuat cadangan devisa, yang mencapai US$ 145,3 miliar pada akhir Juli 2026, setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI akan terus melakukan intervensi melalui pasar NDF, spot, dan DNDF, sekaligus memanfaatkan kebijakan suku bunga, instrumen lindung nilai, dan pendalaman pasar uang serta valuta asing. Pada akhir Agustus 2026, rupiah diperdagangkan pada Rp 17.715 per dolar AS, menguat 1,57% dibandingkan akhir Juli 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait