Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Gugatan Ijazah di MK: Gede Pasek Kritik Kubu Prabowo Pasif, Cium Aroma Pengkhianatan dan Skenario Suksesi

Mantan Anggota Komisi III DPR Gede Pasek Suardika mempertanyakan sikap kubu Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu pasif terhadap gugatan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi. Pasek menyoroti kontras antara manuver politik saat kampanye yang agresif dengan sikap sekarang yang cuek. Ia mengingatkan bahwa Prabowo pernah merayu Gibran hingga empat kali demi dukungan Jokowi, namun kini tidak aktif membela isu ijazah yang menyerang Gibran. Menurutnya, tim pemenangan seharusnya ikut 'berperang' melawan serangan ini, bukan hanya menjadi penonton.

Pasek menolak keras wacana ketatanegaraan yang mengklaim posisi Prabowo akan tetap aman meski MK mengabulkan gugatan diskualifikasi Gibran. Ia menekankan bahwa konstitusi menetapkan pencalonan presiden dan wakil presiden sebagai paket tidak terpisahkan. Mekanisme penggantian wakil presiden hanya berlaku jika Wapres meninggal, berhalangan tetap, atau terjerat tindak pidana, bukan karena masalah ijazah saat pendaftaran. Jika syarat pendaftaran bermasalah, seluruh paslon harus gugur karena pemilihan dilakukan secara berpasangan.

Dari perspektif politik, Pasek mencium adanya indikasi pengkhianatan dari dalam koalisi pemerintahan. Ia menggambarkan dinamika ini seperti orang yang berebut makanan tetapi melupakan proses panjang mengumpulkan bahan dan memasaknya. Serangan terhadap Gibran yang minim pembelaan, menurutnya, merupakan bagian dari skenario yang disengaja dibiarkan oleh elite ambisius. Kecurigannya diperkuat dengan maraknya manuver 'tebar pesona' oleh tokoh potensial di ruang publik, yang menunjukkan adanya pengaturan strategis di balik dinamika politik terkini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait