Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen ke US$91 Usai Perang AS-Iran Mereda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia anjlok sekitar 5 persen pada Senin (27/7) setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara serangan selama akhir pekan. Minyak mentah Brent turun 5,05 persen ke US$91,89 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 5,23 persen ke US$84,64 per barel. Penurunan ini membawa kedua kontrak ke level terendah dalam hampir sepekan, setelah sebelumnya menguat tiga pekan berturut-turut. Sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh US$100 per barel akibat konflik yang mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan Laut Merah. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan Presiden Donald Trump menghentikan sementara serangan militer untuk memberi ruang bagi diplomasi. Analis pasar IG Tony Sycamore menyebut optimisme terhadap solusi diplomatik mulai meningkat, dan kembalinya nota kesepahaman 14 poin dapat menjadi titik awal positif. Meski demikian, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya; data Kpler menunjukkan kurang dari 10 kapal pengangkut komoditas melintasi selat tersebut setiap hari selama akhir pekan. Lalu lintas melalui Selat Bab el-Mandeb juga menurun setelah serangan Houthi ke fasilitas minyak Arab Saudi. Analis MST Marquee Saul Kavonic memperkirakan pemulihan arus pelayaran akan berlangsung lambat karena perusahaan pelayaran masih menunggu kepastian keamanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 10.15
Stok AS Menyusut dan OPEC+ Siap Tahan Produksi, Harga Minyak Naik 4%
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 07.53
Babak Baru Selat Hormuz, Negara Teluk Restui Iran Tarik Iuran Sukarela
Berita terkait
Serangan Kapal di Selat Hormuz Meningkat, Ketegangan AS-Iran Memanas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 08.07
Rupiah Hari Ini Anjlok ke 17.861 Tersengat Konflik AS-Iran
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.15
Perang AS-Iran Makin Gak Jelas, Trump Bilang Ini dan Teheran Bilang Itu
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.40
Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.15