Saat Iran Ingin Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang AS-Israel dengan Iran masih berlanjut. Iran kini berusaha mengakhiri konflik dari posisi kuat, mengingat Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam negara sekutu untuk mendukung isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah demi menumbangkan pemerintah Iran. Donald Trump menambahkan ancaman sanksi berat bagi pihak yang memberi bantuan ke Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan saatnya mengakhiri perang karena Teheran berada dalam posisi lebih kuat, sementara perundingan masih terhenti dan blokade Selat Hormuz berlanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.55
AS Meluncurkan "D-Day Ekonomi" Terbesar dalam Sejarah untuk Menghancurkan Iran
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.55
AS Memulai Operasi Economic D-Day untuk Mengisolasi Iran Secara Ekonomi
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.45
Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.00
Mencekik Iran, AS Tercekik
Berita terkait
Presiden Iran Tegaskan Tak Percaya AS, Anggap Blokade Hormuz Respons Wajar
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.15
Iran Sangat Siap Perang Lagi dengan AS: 'Bahkan Jika Berujung Perang Kiamat'
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 08.17
AS Sebut Perang Iran akan Memasuki Fase yang Sangat Berbeda dalam Beberapa Bulan Lagi
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 07.15
Iran Ancam AS dengan Strategi Perang Baru: 'Anda Tak Akan Lolos dari Dasar Neraka!'
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.32