Harga Minyak Anjlok Setelah AS Ancam Menerapkan Sanksi Global ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
Harga minyak dunia anjlok setelah AS mengumulkan sanksi global terhadap Iran. Pemerintahan AS meluncurkan sanksi terberat yang pernah diterapkan, dengan Menteri Keuangan Scott Bessent menyebutnya sebagai 'D-Day ekonomi' dan 'serangan finansial terbesar'. Harga minyak WTI turun 2,5% ke US$84,89 per barel, sementara harga Brent juga susut 2,5% ke US$92,06 per barel. Sanksi ini tidak hanya ditujukan kepada Iran, tetapi juga mengancam negara-negara yang membantu Teheran menghindari sanksi, termasuk China. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa sanksi ini bertujuan untuk 'meruntuhkan' Republik Islam Iran dan menggambarkannya sebagai 'perang ekonomi dan isolasi dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya'.
Iran merespons dengan menyatakan bahwa mereka memiliki cara untuk menangkal dampak sanksi dan dapat dengan mudah menjalin hubungan ekonomi dengan berbagai negara. Commonwealth Bank of Australia memperkirakan harga minyak akan tetap fluktuatif pada paruh kedua 2026, tergantung pada keberhasilan sanksi AS dan respons Iran. Bank tersebut memperkirakan harga Brent akan diperdagangkan di kisaran US$70 hingga US$100 per barel, dengan kemungkinan turun ke batas bawah jika arus minyak melalui Selat Hormuz pulih meskipun sebagian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 06.15
Ekonomi Dunia Bisa Gawat! AS Mau Bikin Ulah Lagi, Iran Balik Mengancam
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.38
Iran Bersumpah akan Lawan Tekanan Ekonomi AS
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.55
AS Memulai Operasi Economic D-Day untuk Mengisolasi Iran Secara Ekonomi
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.44
Iran Ancam Hentikan Seluruh Ekspor Minyak di Timur Tengah, AS Justru Luncurkan D-Day Ekonomi
Berita terkait
Harga Minyak Anjlok Setelah AS Menerapkan Sanksi Global ke Iran
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 08.05
China Tak akan Tunduk pada Tekanan AS untuk Berhenti Beli Minyak Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 19.31
Harga Minyak Dunia Fluktuatif Usai AS Ancam Sanksi Terberat untuk Iran, Brent Tembus USD 93
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.46
Negosiasi Selat Hormuz Ulet, Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih Lebih 1%
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 07.47