Harga Minyak Dunia Tergelincir, Arab Saudi Alihkan Sebagian Ekspor Lewat Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
Harga minyak dunia turun pada 17 September 2026 karena Arab Saudi mengalihkan ekspor minyak mentah ke Selat Hormuz setelah pipa Timur-Barat ditutup akibat serangan drone dari Irak. Penutupan pipa menyebabkan Saudi menurunkan ekspor melalui Yanbu dan memindahkan pemuatan ke Oman dengan transfer antar-kapal. Harga Brent turun US$1,01 menjadi US$104,82 per barel, sementara WTI turun 52 sen menjadi US$101,91. Volume transfer di Teluk Oman naik dari 1,5 juta ke 2,7 juta barel per hari. Menteri Energi AS menyatakan Saudi menggunakan bantuan militer AS untuk ekspor lebih melalui Selat Hormuz. Analis memperkirakan ekspor Saudi turun 400.000 barel/hari namun akan diimbangi oleh peningkatan di Hormuz.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 10.12
AS Klaim Jaringan Pipa Minyak Arab Saudi akan Beroperasi Lagi dalam Hitungan Hari
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 10.32
Harga Minyak Turun ke US$104 usai Saudi Buka Keran Pasokan via Oman
JawaPos · 17 September 2026 pukul 08.00
Pasokan Minyak Arab Saudi Bertambah, Harga Minyak Dunia Menurun
Berita terkait
Harga Minyak Mendidih, Tembus US$ 106 per Barel
Detik.com · 15 September 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 105 Usai Arab Saudi Tutup Jalur Pipa
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Tembus US$107 usai Arab Saudi Diserang Houthi
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.14
Sepekan Terakhir, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih dari 8 Persen
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.30