Harga Minyak Mentah Dunia Bergerak Fluktuatif di Tengah Kebuntuan Diplomatik AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia fluktuatif pada perdagangan Kamis (1/10) di tengah kebuntuan diplomasi AS-Iran dan ketatnya pasar BBM AS. Kontrak Brent naik 1,79 persen ke 97,88 dollar per barel, sementara WTI turun 0,36 persen ke 90,08 dollar per barel. Pergerakan ini dipengaruhi oleh perkembangan hubungan AS dan Iran, dengan Qatar menyatakan dukungan untuk diplomasi damai. Presiden AS Donald Trump membantah laporan mengenai kemungkinan pencairan dana Iran sebagai imbalan atas langkah konkret Teheran.
Di sisi pasokan, Arab Saudi kembali memuat minyak dari pelabuhan Yanbu setelah mengaktifkan jalur pipa East-West. Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak negara-negara Teluk pulih ke 23,3 juta barel per hari (bph), dua kali lipat dari September. JPMorgan mencatat rata-rata ekspor 20,5 juta bph dalam lima hari terakhir, setara dengan 89 persen dari level 2025.
Pasar BBM AS menunjukkan ketatnya kondisi. Persediaan bensin turun 1,7 juta barel menjadi 204,4 juta barel pada pekan lalu. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasokan terus mendukung volatilitas harga minyak global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 29 September 2026 pukul 13.29
Minyak Mentah Tembus USD 100/Barel, Airlangga Jamin Masuk Perkiraan APBN
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.20
Minyak Melejit, Harga BBM Pertalite Tak Naik Sampai Akhir Tahun!
kumparan · 29 September 2026 pukul 08.51
Harga Minyak Mentah Naik 1 Persen, Belum Ada Tanda Kesepakatan Damai Iran-AS
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 08.41
Harga Minyak Naik untuk Sesi Kedua, Pasokan Timur Tengah Masih Jadi Sorotan
Berita terkait
Top 3: Meneropong Arah Rupiah di Tengah Sentimen Geopolitik
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 06.31
Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Usai Sinyal Kesepakatan AS-Iran
kumparan · 27 September 2026 pukul 12.02
Harga Minyak Berangsur Turun, Pasar Pantau Peluang Gencatan Senjata AS-Iran
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.39
Minyak Mentah Turun Jari US$103 Per Barel di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.40