Harga Minyak Stabil, Investor Pantau Risiko Pasokan di Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia stabil pada USD 104/bulan (Brent) dan di bawah USD 100/bulan (WTI) pasca penurunan tiga hari. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memuncak setelah Saudi Arabia menerima peringatan serangan udara di Riyadh dan Yanbu, wilayah pertama sejak Maret-April lalu. Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur utama energi global, meningkat setelah kerusakan pipa East-West dan ancaman Houthi terhadap pengiriman minyak. Serangan Ukraina terhadap Moscow Oil Refinery juga memperketat pasokan diesel internasional. Diplomasi melalui Qatar sebagai mediator antara AS dan Iran berlangsung, sementara Presiden Trump berpotensi bertemu dengan Presiden Iran di New York.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.18
Breaking! Rupiah Melemah 0,56%, Dolar AS Tembus Rp17.800
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 10.29
Harga Minyak Dunia Turun ke US$103,06 usai Ekspor Arab Saudi Pulih
Detik.com · 21 September 2026 pukul 07.45
Harga Minyak Tembus US$ 104/Barel Usai Houthi Serang Arab Saudi
Berita terkait
Perang Timteng Makin Membara, AS-Iran Saling Serang Membabi-buta
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.00
Harga Minyak Jadi Bahan Bakar Pergerakan Bursa Asia Pagi Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 08.47
Harga Minyak Hampir Tembus US$ 100 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 07.45
Harga Minyak Dunia Mendidih dalam Sepekan, Solar Tembus Rekor Tertinggi
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.00