Harga Minyak Turun Sedalam Ini Usai Sinyal Damai AS & Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 5% pada perdagangan Selasa, dengan minyak Brent turun US$4,41 (5,3%) ke US$79,36 per barel dan WTI AS ambruk US$4,57 (5,7%) ke US$75,77 per barel. Penurunan ini terjadi setelah pejabat AS dan Qatar melemparkan sinyal positif terkait penyelesaian diplomatik dengan Iran dan potensi pembukaan kembali jalur distribusi melalui Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan progres positif dalam perundingan dengan Iran dan Oman mengenai opsi penambahan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, meskipun kesepakatan final belum ditetapkan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent optimis kesepakatan bisa tercapai paling cepat Selasa atau Rabu. Sementara itu, perundingan antara Israel dan Lebanon yang dimediasi AS resmi dimulai dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis.
Analis Simon-Peter Massabni dari XS.com menyatakan bahwa prospek solusi diplomasi telah menghilangkan sebagian premi risiko geopolitik dalam harga minyak. Namun, blokade dan gangguan di Selat Hormuz yang menyuplai seperlima kebutuhan global masih menekan produksi minyak negara-negara Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 05.39
AS Kehilangan Pegangan di Perang Iran, Trump Maju Kena-Mundur Kena
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 16.55
Rupiah Ditutup Menguat, IHSG Berakhir di Zona Merah
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.51
Masih Buka Pintu Dialog untuk Iran, Donald Trump: Saya Tak Ingin Membunuh Orang
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.25
Iran-Oman Capai Kesepakatan Soal Pelayaran Selat Hormuz
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Naik ke US$89, Pasar Ragukan Kesepakatan AS-Iran
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.28
Iran dan Oman Sepakati Peta Pergerakan Navigasi di Selat Hormuz, Perang Segera Berakhir?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 15.18
Iran dan Oman Sepakati Peta Rute Pelayaran di Selat Hormuz
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 10.00
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53