Harga Referensi CPO Agustus Turun Imbas Lesunya Pasar India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO untuk Agustus 2026 sebesar US$996,52 per metrik ton, turun US$4,38 atau 0,44% dari bulan sebelumnya yang berada di US$1.000,90 per MT. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan global, terutama dari India sebagai importir utama CPO, serta turunnya harga minyak mentah dunia.
Dengan harga referensi tersebut, tarif Bea Keluar CPO ditetapkan US$148 per MT dan Pungutan Ekspor sebesar 12,5% atau setara US$124,56 per MT. Harga referensi dihitung dari rata-rata harga pasar selama 20 Juni hingga 19 Juli 2026, yang meliputi Bursa CPO Indonesia (US$892,96/MT), Bursa CPO Malaysia (US$1.100,08/MT), dan Pelabuhan Rotterdam (US$1.509,09/MT).
Selain CPO mentah, penyesuaian juga berlaku untuk produk turunan. RBD palm olein bermerek dengan kemasan maksimal 25 kilogram dikenakan Bea Keluar sebesar US$33 per MT.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 21.00
Harga Referensi CPO Turun Gara-gara Permintaan Global Lesu
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 08.59
Harga CPO Ambles 0,44% di Agustus 2026, Jadi Acuan Bea Keluar hingga Pungutan Ekspor
Berita terkait
GAPKI: Pasokan Sawit Hadapi Tekanan Ganda Jelang 2027, Ajak India Perkuat Kemitraan
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 19.04
Syarat RI Impor Kereta Bekas: Maksimal Usianya 20 Tahun
Detik.com · 28 September 2026 pukul 07.00
Mendag Ingatkan KAI, Wacana Impor KRL Bekas Jepang Perlu Rekomendasi Kementerian
kumparan · 26 September 2026 pukul 07.07
Klaim Potensi Kehilangan Rp600 Triliun dari Under-Invoicing Sawit Perlu Pembuktian
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 08.08