Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Referensi CPO Turun Gara-gara Permintaan Global Lesu

Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) Crude Palm Oil (CPO) untuk Agustus 2026 sebesar US$ 996,52 per metrik ton, turun US$ 4,38 atau 0,44% dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 1.000,90/MT. Penurunan ini berdampak pada penetapan Bea Keluar (BK) CPO sebesar US$ 148/MT dan Pungutan Ekspor (PE) sebesar 12,5% atau setara US$ 124,56/MT. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penurunan HR CPO dipengaruhi melemahnya permintaan global, terutama dari India sebagai negara importir utama CPO, serta penurunan harga minyak mentah dunia.

HR CPO periode Agustus 2026 dihitung berdasarkan rata-rata harga tiga sumber selama 20 Juni–19 Juli 2026: Bursa CPO Indonesia (US$ 892,96/MT), Bursa CPO Malaysia (US$ 1.100,08/MT), dan Harga Port CPO Rotterdam (US$ 1.509,09/MT). Karena selisih antar harga melebihi US$ 40, perhitungan hanya menggunakan dua sumber terdekat dengan median, yaitu Bursa CPO Malaysia dan Indonesia.

Selain CPO, HR biji kakao naik signifikan sebesar 36,66% menjadi US$ 5.424,96/MT akibat gangguan pasokan di Afrika Barat dari serangan hama, cuaca buruk, dan El Niño. BK dan PE biji kakao masing-masing ditetapkan sebesar 7,5%. Sementara itu, HPE produk kayu mengalami kenaikan dan penurunan pada beberapa jenis, serta HPE getah pinus naik 1,10% menjadi US$ 1.013/MT.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait