IHSG Berpeluang Terkoreksi, Investor Cermati Tekanan Jual Obligasi Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.550-6.650 pada perdagangan Kamis (3/9). Indeks menurun 0,06 persen ke 6.595,78 pada Rabu (2/9) karena tekanan jual obligasi global. Analis Phintraco menyatakan IHSG masih di atas MA 5 dan histogram MACD positif, namun breakdown dari 6.550 dapat menekan ke 6.500. Tekanan dipicu inflasi global, kenaikan suku bunga Fed, BoJ, dan ECB, serta konflik AS-Iran yang menaikkan harga minyak. Rupiah lemah ke Rp 17.763 per USD. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih dalam wave v dari wave (c) dengan peluang penguatan ke 6.635-6.666. Beberapa saham unggulan: ARCI, BBRI, BRMS, BRPT.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.04
Rupiah Menguat 0,25% Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.705
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.46
IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.25
IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 09.31
IHSG Dibuka Sempat Menguat 0,40%, Tembus 6.626 di Tengah Gejolak Global
Berita terkait
Proyeksi IHSG Masih Solid di Tengah Tekanan Suku Bunga AS
kumparan · 2 September 2026 pukul 06.53
IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Investor Cermati Sinyal Hawkish The Fed
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 07.04
IHSG Berpotensi Sideways di Tengah Wait and See Arah Kebijakan BI
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 11.00
Breaking News! IHSG Melesat 1,17%
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 10.13