IHSG dan Rupiah Tertekan, Begini Datanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar keuangan Indonesia tengah menghadapi tekanan signifikan pada September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 6,96% bulanan dan ditutup pada level 6.071,14. Tekanan utama datang dari net sell investor asing senilai Rp 10,24 triliun, berbalik dari net buy Rp 1,19 triliun pada Agustus 2026. Penjualan bersih ini dipengaruhi oleh volatilitas pasar global yang meningkat akibat eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global. Di sisi rupiah, mata uang Garuda mengalami depresiasi 7,74% year to date, dengan dolar AS melonjak ke level Rp 17.900 dan dolar Singapura mendekati Rp 14.000. Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun 0,23% bulanan, namun net sell di SBN hanya Rp 340 miliar. Daya tahan pasar modal domestik tetap terjaga dengan bid-ask spread rata-rata 1,2%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 17.33
IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6,96%, Aksi Jual Asing Tembus Rp10,24 Triliun
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 08.28
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
JawaPos · 5 Oktober 2026 pukul 20.30
OJK Optimistis IHSG Pulih Usai Tertekan Kombinasi Sentimen di 2026
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 18.20
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026
Berita terkait
Rupiah Melemah, IHSG Ambruk 2%, Airlangga Cuma Bilang: Namanya Juga Market
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.35
Rupiah dan IHSG Merah, Said Didu Sindir Kinerja Menkeu Pengganti Purbaya
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 13.25
IHSG Ambruk 2%-Dolar AS ke Rp18.000, Menko Airlangga Buka Suara!
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.25
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.44