IHSG Dibuka Anjlok 1%, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG turun 1,00% atau 61,51 poin menjadi 6.086,35 pada awal perdagangan Selasa (29/9/2026). Penyebab utama adalah sektor teknologi (-0,17%), kesehatan (-0,12%), dan real estate (-11%). Beberapa saham pemberat meliputi GOTO, BBCA, FORU, BRMS, dan TLKM. Volume transaksi naik menjadi 35,12 juta lot dengan nilai Rp741,93 miliar. Penurunan terjadi bertepatan dengan kebijakan BEI yang menurunkan harga minimum saham dari Rp50 ke Rp1 per lembar serta penyesuaian batas auto rejection. Tekanan eksternal seperti kebijakan moneter global yang ketat, penguatan dolar AS, kenaikan harga energi, dan suku bunga global tinggi juga berkontribusi. Rupiah melemah 0,53% menjadi Rp17.965/US$, hanya 35 poin dari level Rp18.000.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 09.23
IHSG Ambruk 1,1%, Turun ke Level 6.084
kumparan · 29 September 2026 pukul 09.07
IHSG Dibuka Melemah 0,47% ke 6.118 Pagi Ini
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.02
IHSG Terancam Jebol 6.000, Harga Minyak dan Rupiah Jadi Biang Tekanan
kumparan · 28 September 2026 pukul 17.29
IHSG Ditutup Anjlok 1,51%, Penerapan Harga Saham Rp 1 Disebut Ikut Jadi Pemicu
Berita terkait
IHSG Ambruk 2%-Dolar AS ke Rp18.000, Menko Airlangga Buka Suara!
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.25
Breaking! IHSG Anjlok 2%
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.34
26 Saham Gocap Longsor, Bos BEI Buka Suara
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.30
Pagi-Pagi IHSG Dibuka 1%, Rupiah Nyaris Rp 18.000
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.28