IKEA Pasang Diskon Produk di Eropa, Habiskan Rp 24,6 triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3230253/original/096127800_1599442700-000_1G74D3.jpg)
IKEA memberikan diskon hingga 28% untuk ratusan produknya di Eropa, dengan total pengeluaran sebesar 1,2 miliar euro (Rp 24,6 triliun). Diskon ini bertujuan menarik konsumen yang terdampak tekanan biaya hidup meningkat. Produk seperti rak buku Billy dan unit penyimpanan Kallax termasuk dalam program ini. IKEA mencapai penghematan melalui pengurangan biaya kemasan dan efisiensi rantai pasok, meskipun kebijakan ini berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan.
Menurut CEO Ingka, Juvencio Maeztu, diskon ini bukan kampanye temporer tetapi upaya jangka panjang agar IKEA lebih terjangkau saat konsumen paling membutuhkan. Beberapa tahun terakhir, pendapatan dan laba IKEA mengalami penurunan akibat konsumen enggan belanja furnitur baru. Di Inggris, harga rak Kallax turun dari £60 menjadi £49, sementara rak buku Billy di-diskonkan sebesar £10 menjadi £25.
IKEA juga berinovasi dengan membuka gerai kecil di pusat kota dan meluncurkan platform jual beli barang bekas untuk bersaing dengan eBay dan Facebook Marketplace. Namun, perusahaan masih mendapat kritik dari kelompok lingkungan akibat dianggap mendorong budaya furnitur sekali pakai dan limbah kemasan berlebih. Saat ini, IKEA mengoperasikan lebih dari 500 gerai di seluruh dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 03.00
Beban Biaya Hidup Konsumen Makin Mahal, IKEA Pangkas Harga Produknya hingga 25%
Berita terkait
Investasi Malut Tembus Tiga Besar Nasional, UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 12.45
Purbaya Ungkap Situasi Global Masih Mengerikan, RI Harus Bersiap
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.06
Pentagon Langgar Hukum Labeli Anthropic Risiko Rantai Pasok
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.00
Pemerintah Siapkan BLU Energi, Kendalikan Rantai Pasok Batu Bara dan Gas Pembangkit Listrik
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 22.01