Indef: Emas berperan strategis jadi instrumen diversifikasi cadangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai emas memiliki peran strategis sebagai instrumen diversifikasi cadangan devisa negara. Berdasarkan data Indef, cadangan emas Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 87 ton, setara dengan 9,6 persen dari total cadangan devisa dan 0,91 persen dari PDB 2025. Menurut ekonom senior Indef Aviliani, porsi emas dalam cadangan devisa Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain. Negara-negara dengan cadangan devisa yang lebih besar cenderung memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai. Data menunjukkan Amerika Serikat memiliki cadangan emas terbesar di dunia dengan 8.133,5 ton (84,8 persen dari total cadangan devisa), diikuti Jerman dengan 3.350,3 ton (84,6 persen), Italia dengan 2.451,8 ton (82 persen), dan Prancis dengan 2.437 ton (82,5 persen). Sementara itu, Rusia memiliki 2.311 ton (48,1 persen), India 880,3 ton (19,8 persen), Jepang 846 ton (10,1 persen), dan China 2.313 ton (10 persen). Aviliani menekankan bahwa tidak ada rasio tunggal yang dapat dijadikan patokan mengenai berapa besar cadangan emas yang ideal bagi suatu negara, karena kebijakan tersebut sangat bergantung pada struktur ekonomi, kebutuhannya likuiditas, dan strategi masing-masing bank sentral. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada ketentuan pasti tentang besarnya cadangan devisa emas, karena hal tersebut tergantung pada keputusan masing-masing negara. Tren global menunjukkan emas kembali mendapat perhatian sebagai instrumen diversifikasi di tengah perubahan kondisi ekonomi global, terutama setelah sistem moneter global lama lebih banyak bertumpu pada dolar AS. Peningkatan permintaan emas tidak hanya datang dari bank sentral, tetapi juga dari masyarakat yang mulai melihat emas sebagai instrumen investasi, terutama seiring berkembangnya layanan bullion dan emas digital. Aviliani menilai perkembangan bullion banking sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem emas nasional, karena memungkinkan masyarakat memiliki eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan emas fisik dalam jumlah besar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.00
Indef Beberkan 3 Sektor Kunci Penggerak Ekonomi Indonesia di RAPBN 2027
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.00
Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Indef Ingatkan Risiko Fiskal
Berita terkait
Bambang Brodjonegoro Bilang Rupiah Bisa Kembali Menguat, Ini Wejangan untuk BI
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 03.20
Presiden Prabowo Beri Apresiasi Khusus untuk Kinerja Pegadaian di Sidang Tahunan MPR 2026
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 18.37
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian, Laba Semester I 2026 Tembus Rp6,59 Triliun
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.15
RI Benar-Benar Kaya Emas dari Sabang Sampai Merauke, Ini Datanya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.55