INKA Tak Baik-baik Saja, Rugi Rp677 M-Utang Tembus Rp4,7 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mengalami kondisi keuangan kritis dengan kerugian mencapai Rp677 miliar dan ekuitas negatif. Selain itu, perusahaan memiliki pinjaman tidak berkelanjutan (unsustainable loan) sebesar Rp4,7 triliun, yang dinilai tidak wajar bagi perusahaan manufaktur dengan pasar yang jelas.
Menanggapi hal tersebut, Danantara mendorong proses pemulihan (turn around) melalui perbaikan tata kelola dan penyusunan grand plan transformasi. Langkah ini mencakup pembenahan aspek operasi, teknik, keuangan, model bisnis, hingga kualitas produksi guna mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan industri perkeretaapian nasional serta menjaga lapangan kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 15.32
Rugi Rp670 Miliar, INKA Butuh Pembenahan Serius
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 19.30
Kinerja INKA Tertekan: Utang Rp 4,7 Triliun dan Rugi Rp 670 Miliar
Detik.com · 15 September 2026 pukul 10.59
Kondisi INKA Tak Baik-baik Saja: Rugi Rp 677 M-Utang Rp 4,7 T
Berita terkait
Lapor ke Danantara, Pertamina Rampungkan Streamlining 31 Perusahaan
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 14.43
Pertamina Bakal Pangkas 118 Entitas Usaha Tahun Ini
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 11.53
Layanan RS BUMN Mau Naik Kelas, RSPP Bakal Dipugar
Detik.com · 4 September 2026 pukul 21.17
Bersih-bersih BUMN Karya Dimulai, Brantas Abipraya Pangkas 30 Entitas Usaha
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 20.54