INKA Catat Kerugian Rp 677 Miliar, Utang Tak Berkelanjutan Rp 4,7 Triliun
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mencatatkan kerugian keuangan sebesar Rp 677 miliar dengan utang tak berkelanjutan (unsustain loan) sebesar Rp 4,7 triliun. Kondisi ini memicu posisi ekuitas perusahaan yang negatif. Berbagai media melaporkan angka kerugian yang sedikit berbeda: Detik.com dan CNN Indonesia menyebut Rp 677 miliar, sementara Warta Ekonomi dan Liputan6.com melaporkan Rp 670 miliar. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN Danantara, menyatakan kondisi INKA tidak baik-baik saja dan meminta perbaikan kinerja keuangan melalui tata kelola yang kuat, perencanaan komprehensif, dan benchmark ke praktik terbaik industri. Transformasi total diarahkan pada model bisnis, tata kelola, budaya kerja, kualitas produksi, dan sistem operasional dengan peningkatan kualitas produksi sebagai prioritas utama. INKA direncanakan untuk menyusun grand plan transformasi guna mendukung industrialisasi kereta api dan penciptaan lapangan kerja.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Kondisi INKA Tak Baik-baik Saja: Rugi Rp 677 M-Utang Rp 4,7 T
15 September 2026 pukul 10.59 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Rugi Rp670 Miliar, INKA Butuh Pembenahan Serius
15 September 2026 pukul 15.32 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
INKA Tak Baik-baik Saja, Rugi Rp677 M-Utang Tembus Rp4,7 T
15 September 2026 pukul 18.19 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Kinerja INKA Tertekan: Utang Rp 4,7 Triliun dan Rugi Rp 670 Miliar
15 September 2026 pukul 19.30 · Baca aslinya ↗