Penolakan PLN terhadap Power Wheeling Bikin RUU EBET Tersendat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) masih belum selesai karena penolakan PT PLN terhadap skema power wheeling. Anggota Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menjelaskan bahwa skema ini penting untuk mengembangkan energi terbarukan karena harga listrik berbasis EBT masih lebih mahal dibandingkan batu bara. Power wheeling memungkinkan pengembang listrik swasta menjual langsung ke konsumen menggunakan jaringan PLN, tanpa harus melalui PLN sebagai pembeli tunggal. Meskipun Kementerian ESDM mendukung, PLN menolak konsep ini. Tanpa perubahan skema, target bauran energi terbarukan 23% pada 2025 sulit tercapai, dengan realisasi saat ini hanya 14,7% di sektor kelistrikan. Sugeng menilai kebijakan DMO yang menyubsidi harga batu bara menjadi penghalang utama kompetitivitas energi terbarukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.47
Video:Prabowo Bangun PLTS 100 GWp, Pengusaha Minta Regulasi Dipermudah
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 13.31
Blak-blakan Pertamina NRE soal Upaya Percepatan Pengembangan EBT
Berita terkait
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.39
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.36
Perpres PLTS 100 GWp Disiapkan, Atur Peran PLN-Danantara hingga Swasta
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 20.30
Monopoli PLN Disorot, Legislator Usul RI Bentuk Dua BUMN Kelistrikan
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 18.00