Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran akan Menjatuhkan Sanksi Maritim Terhadap Kapal yang Memasuki Zona Baru Tanpa Izin

Iran pada 9 September 2024 menetapkan zona maritim terlarang baru di luar Selat Hormuz, yang berbatas dengan garis blokade Angkatan Laut AS hingga Teluk Arab. Setiap kapal musuh atau komersial yang memasuki zona tersebut tanpa izin dari Tehran akan dikenai sanksi, termasuk pembatasan layanan maritim, asuransi, dan dukungan lainnya. Kapal yang menyalahgunakan zona ini meskipun telah melewati Selat Hormuz tetap dilarang menerima bantuan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru bicara IRGC Hossein Mohibi dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei. Rezaei menyatakan Iran akan menghentikan penyediaan layanan maritim bagi kapal yang masuk zona tanpa izin. Sementara itu, IRGC menargetkan dua kapal AS dan delapan kapal tanker minyak sebagai respons atas serangan Amerika terhadap lima kapal tanker Iran.

Mohibi menegaskan perang Iran dengan pihat global masih berlanjut, menimbulkan kerusakan strategis pada AS. Ia menuntut penghentian perang, penarikan tentara Israel dari Lebanon, penghentian blokade Yaman, pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS, serta penghentian campur tangan atas program nuklir Iran. Kekhawatiran terhadap konflik maritim di Selat Hormuz semakin tinggi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait