Suku Bunga The Fed Naik, Ini Dampak ke Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310804/original/001692600_1785370401-AP26210732321904.jpg)
The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75–4,00% pada September 2026 untuk menekan inflasi AS. Kebijakan ini berdampak global karena dominasi dolar AS sebagai aset aman (safe-haven), yang memicu perpindahan modal dari negara berkembang ke aset dolar guna mencari imbal hasil lebih tinggi dengan risiko rendah.
Bagi Indonesia, kenaikan ini berpotensi memicu aliran modal keluar (capital outflow) yang menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan biaya utang pemerintah serta perusahaan. Meski rupiah sempat tertekan hingga Rp 17.600 per dolar AS, Indonesia memiliki bantalan berupa cadangan devisa sebesar US$ 146,5 miliar. Bank Indonesia (BI) dapat merespons dengan mempertahankan atau menaikkan BI Rate untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, meski tidak wajib mengikuti The Fed secara identik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.33
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.753 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
kumparan · 17 September 2026 pukul 11.03
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 18.08
Kenaikan Suku Bunga The Fed Bisa Percepat Capital Outflow
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.00
Kurang Tenaga, Rupiah Rp17.753 per Dolar AS Kamis Sore
Berita terkait
Rupiah Ditutup Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.850
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.07
Rupiah Ditutup Menguat Ditopang Sentimen Destry Damayanti dan Data Ekonomi
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.45
The Fed Beri Sinyal, Bank Indonesia Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi AS
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 11.45
Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Ditutup Merosot
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 17.15