Iran dan Rusia Kritik Sanksi Ekonomi, Bidik Penguatan Perdagangan BRICS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346870/original/027337400_1789214833-BRICS_2026-12_September_2026b.jpg)
Presiden Iran Masoud Pezeshikian dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyuarakan kritik terhadap sanksi Barat pada pertemuan di New Delhi, India, pada 11 September 2026. Mereka mendesak BRICS menciptakan lingkungan perdagangan bebas monopoli keuangan dan teknologi, sekaligus memperkuat penggunaan mata uang nasional anggota. Iran menyatakan tekanan ekonomi telah beralih ke agresi militer oleh AS dan Israel, menyebabkan gangguan pasar energi global dan lonjarga harga bahan bakar. Harga solar di AS mencapai US$6 per galon dan minyak mentah melonjak di atas US$100 per barel. Putin menekankan lebih dari 30.000 sanksi jatuh pada Rusia, double dibanding negara lain, serta menyatakan BRICS menyumbang lebih dari 40% pertumbuhan PDB global dalam 5 tahun terakhir, jauh di atas G7 yang hanya 29%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 23.15
Modi Beri Saran ke Putin soal Cara Mengakhiri Perang
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.40
Impor Minyak Rusia, Bahlil: Kita Tidak Boleh Diintervensi Siapa Pun!
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.41
BRICS Tolak Penerapan Sanksi Sepihak
Berita terkait
Bahlil Ungkap Impor Minyak Mentah Rusia Tahap Dua Sudah Jalan
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 20.30
Rusia: Uni Eropa Lakukan Harakiri dan Bangga Nyatakan Rakyatnya Harus Menderita
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 12.28
Selat Hormuz Memanas Lagi, China Disebut Sudah 'Santai'
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.27
Pejabat Amerika Sebut Sebut Penghancuran Nuklir Iran Jadi Opsi
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.06