Kader PDIP: Ini Bukan Soal Suka atau Tidak Suka ke Gibran, Ini Soal Keadilan dan Standar Pendidikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polemik terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan komentar dari kader PDIP Novita Gulo. Novita meminta agar isu ini tidak dikaitkan dengan pertarangan politik atau sentimen pribadi, melainkan difokuskan pada keadilan dan standar pendidikan nasional. Ia menyoroti kejanggalan proses penyetaraan ijazah yang diduga berasal dari program hanya enam bulan, lalu disetarakan dengan jenjang SMK. "Ini bukan soal suka atau tidak suka kepada Gibran. Ini soal keadilan dan standar pendidikan di Indonesia," ujarnya. Novita membandingkan dengan pengalaman rakyat biasa yang menempuh pendidikan panjang dengan berbagai persyaratan untuk mendapatkan ijazah. Ia meminta transparansi terhadap proses penyetaraan tersebut agar publik mengetahui dasar hukum dan parameter akademiknya. Gibran, menurutnya, sebaiknya memberikan penjelasan langsung mengenai dokumen pendidikannya yang dipersoalkan. Sebelumnya, Prof Denny Indrayana juga menantang Gibran agar menunjukkan ijazah sekolah menengah yang menjadi bagian dari polemik ini, dengan menyatakan adanya konsekuensi politik jika dokumen tidak dapat ditunjukkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 10.25
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Tegaskan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah
Berita terkait
Kader PDIP Minta Negara Buka Ijazah Gibran: Siapa yang Tanggung Jawab Terbitkan Penyetaraannya?
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 12.55
Mantan Musuh Jokowi Pasang Badan Bela Gibran di Polemik Ijazah
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 10.35
Di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran, Kini Status Akademik Iriana Ikut Dipertanyakan
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.55
Roy Suryo Disebut Bermodalkan Hoax, Rismon Sianipar Yakin Kemendikdasmen Mampu Patahkan Gugatan Ijazah Gibran di MK
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 15.07