Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Sungai Kapuas Mengering, Aktivitas Angkut Batu Bara Mulai Terdampak

Kekeringan dan penurunan muka air di sejumlah sungai utama di Kalimantan, termasuk Sungai Kapuas, mulai mengganggu aktivitas pengangkutan batu bara. Fenomena ini disebabkan oleh kemarau panjang dan pengaruh El Nino. Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa penurunan muka air sungai membatasi draft kapal tongkang, sehingga perusahaan tidak dapat memaksimalkan muatan batu bara dalam setiap perjalanan. Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menjelaskan bahwa kondisi ini berpotensi menyebabkan peningkatan stok batu bara sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan karena kapal-kapal tongkang kesulitan beroperasi dengan normal.

Meskipun gangguan logistik akibat kondisi sungai kering memberikan dampak, APBI menilai bahwa hal ini belum menjadi satu-satunya faktor penentu kenaikan harga batu bara. Gita menekankan bahwa pergerakan harga batu bara lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan pasokan di pasar global. Gangguan logistik di Indonesia dapat memengaruhi sentimen pasar, namun tidak menjadi penentu utama arah harga.

Sungai Kapuas di Kalimantan Barat kini mengalami penyusutan debit air yang drastis, hingga seperti mengubah aliran sungai menjadi hamparan pasir yang luas. Akun Instagram @atr.drone membagikan foto kapal tongkang yang sudah hampir tiga bulan kandas di tengah Sungai Kapuas. Hamparan pasir yang terbuka kini dimanfaatkan warga sebagai lokasi wisata dadakan untuk bersantai, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati pemandangan matahari terbenam.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait