Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemenko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Jadi Energi

Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendorong penggunaan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan persoalan sampah tidak bisa ditangani dengan cara biasa dan membutuhkan intervensi teknologi. Teknologi ini melengkapi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dipercepat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki 13 lokasi PSEL, termasuk Kota Palembang yang ditargetkan beroperasi Oktober 2026. Namun kapasitas itu baru mampu menangani sekitar 22 persen timbulan sampah nasional.

Pirolisis mampu mengolah sampah yang menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan setara solar. Jika diterapkan luas, teknologi ini diperkirakan dapat menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional. Zulhas mengapresiasi dukungan TNI Angkatan Darat dalam percepatan implementasi teknologi ini, termasuk mendukung Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1 dan proyek percontohan pirolisis di lima lokasi: Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta. Keberhasilan program memerlukan komitmen pemerintah daerah dalam penyediaan lahan, percepatan perizinan, dan jaminan pasokan sampah. Percepatan pengolahan sampah juga penting untuk mengantisipasi risiko kebakaran TPA akibat musim kering yang dipengaruhi El Nino.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait